Showing posts with label Cerpen Cinta Romantis. Show all posts
Showing posts with label Cerpen Cinta Romantis. Show all posts

Thursday, 22 November 2012

Cerpen Cinta: You Are My Destiny

Cerpen Cinta: You Are My Destiny
You Are My Destiny

Langit tampak mendung, sepertinya akan turun hujan. Pandanganku beralih pada seorang cowok yang berdiri dekat pintu. Cowok berkulit putih dan berbadan cukup tinggi namun sedikit kurus. Tara,itulah namanya. Aku mengenalnya sejak lama, namun dia tak mengenalku. Hanya sejak kita masuk SMA yang sama dia jadi kenal padaku.
 

Namaku Nira Revita, biasa di panggil Rita.
"hey, ngelamunin apa sih?"suara itu mengagetkanku. Suara sahabatku, Zahfa.
"eeh, gak kok"jawabku dg agak gugup.
"kamu gk pulang Rit? udah mau hujan loh"
"aku nunggu jemputan zah, kamu duluan aja gak apa2"
"kenapa gak bareng si Tara aja sih,arumah kalian kan searah"
"gak zah,atakut ngerepotin dia"
"oo ya udah duluan ya?"
Aku hanya menganggukkan kepala.
***
Keringat membasahi tubuhku, ku rapikan segera perlengkapan untuk kegiatan persami di SMA baruku.
Jangan sampai aku telat dan kena hukuman dari kakak-kakak osis.Tapi harapanku sia-sia, baru saja ku melangkahkan kaki masuk ke sekolah kakak-kakak osis sudah menunggu di pintu dengan wajah yang kelihatan marah.
"cepat masuk! Niat ikut kegiatan ini gak sih? Gak disiplin banget datang telat!" kata salah seorang dari mereka.
"iya kak, maaf saya telat" jawabku.
           Setelah terbebas dari kemarahan mereka aku segera masuk menemui zahfa yang kebetulan satu regu denganku.
           Acara persami berjalan dengan lancar, tiba waktunya kita untuk pulang ke rumah masing-masing. Aku menunggu ayah menjemputku, Ku lihat Tara yang berjalan dengan lemas dan wajah yang pucat. mungkin dia kelelahan karena semalam dia kena hukuman gara-gara anggota kelompoknya banyak yang melanggar peraturan.
           Dia duduk tak jauh dari tempatku berada, tiba-tiba ada yang membasahi pipiku. Apa, air mata? Aku menangis, tapi mengapa aku menangis? Aku menangisi keadaan Tara yang spt itu.
Apa artinya ini?
***
Setelah kejadian hari itu aku merasa ada yang berbeda pada diriku ketika melihat Tara, ada getaran, ada perasaan lain di hatiku. mungkinkah aku jatuh cinta padanya?
Jantungku berdegup kencang ketika di dekatnya, dan aku merasa rindu jika dia tak ada. Tapi apakah ini perasaan yang benar? baru pertama kali ku rasakan perasaan seperti ini.
Seminggu berlalu dan perasaanku semakin tak menentu.kali ini ku benar-benar yakin bahwa aku jatuh cinta pada Tara.dialah cinta pertamaku. Namun betapa kecewanya diriku ketika tau bahwa tara ternyata telah memiliki seorang kekasih. Aku benar-benar patah hati saat itu.
            Sahabat baikku, fita menyuruhku untuk sabar namun meski begitu aku tak pernah bisa melupakan tara.aku begitu menyayanginya. Hingga 3 bulan berlalu aku mendengar berita bahwa tara sudah putus dengan pacarnya, betapa bahagianya aku mengetahui hal itu.entah karna apa tiba-tiba saja aku dan tara menjadi sangat akrab. Aku dan tara jadi lebih sering ngobrol dan bercanda lewat sms. Namun aku tetap tak pernah berani mengungkapkan apa yg sesungguhnya aku rasakan pada Tara. Aku hanya mampu memendam perasaan cinta ini dalam hatiku.
Hingga suatu ketika kecerobohankulah yg mengungkap rahasia itu.
            Salah seorang temanku tidak sengaja membaca coretan di Diaryku bahwa aku menyukai tara. Entah apa yang dia lakukan sehingga Tara kemudian tau hal itu dan dia menjauhiku. Aku sangat menyesal mengapa aku begitu ceroboh meletakkan buku itu di atas meja dan meninggalkannya begitu saja sehingga ada orang lain membacanya. Kini hubunganku dengan Tara tidak lagi seperti kemarin-kemarin, dia terlihat menghindari dan menjauhiku. Aku semakin tersiksa dengan perasaanku sendiri. Apa yg kini harus ku lakukan??
***
             Waktu kelulusan sekolah telah tiba.tak terasa 3th sudah ku menempuh pendidikan di SMA ini, dan selama itu pula rasa cintaku untuk tara masih belum bisa mati. Setelah lulus SMA aku meneruskan pendidikanku ke salah satu Universitas Negeri di kota Malang bersama Fita.sedangkan Tara, aku tak pernah tau lagi kabar dan keberadaannya sekarang. Aku berfikir mungkin kami memang tak berjodoh,mungkin Tara dan aku memang tak di takdirkan untuk bersama.
***
"Tiiiit"suara klakson berbunyi. Aku berteriak histeris sambil menutup mata ketika sebuah mobil berkecepatan tinggi melaju ke arahku.
"kau tidak apa-apa?"tanya seseorang padaku.
"aku tidak a..."bicaraku terhenti ketika ku lihat orang yang sedang bertanya padaku ternyata adalah Tara.
"Ta..ta..Tara??"ucapku terbata-bata.
"heh?Rita kan?"jawabnya.
Aku sangat bahagia akhirnya bisa bertemu Tara lagi. Tara kemudian mengantarku pulang setelah kami saling bertukar nomor handphone.
***
"Drtz..drtz"handphone di saku celanaku bergetar.terlihat nama Tara di layarnya,segera ku tekan tombol buka.
"Ku tunggu di taman sekarang"
Aku loncat-loncat kegirangan membaca sms dari Tara. Segera saja aku ganti baju dan pergi menemui Tara..
(Di Taman)
"Tara mana ya?"gumamku dalam hati. Tiba-tiba ada yang menutup mataku dari belakang.
"Rita,aku punya kejutan buat kamu"Suara yang sangat ku kenal.iya,itu suara Tara.
Dia menuntunku hingga ke suatu tempat dan melepas tangannya dari mataku.
Seakan tidak percaya dengan apa yg baru saja ku lihat,aku mengucek-ngucek mataku. Dan ternyata aku tidak menghayal, di sekelilingku terdapat banyak lilin dan Tara, ia tersenyum manis padaku.
"Rita, aku ingin mengakui sesuatu. Aku minta maaf selama ini aku nggak bisa jujur sama perasaanku sendiri. sebenarnya dari dulu aku sayang sama kamu tapi aku gak bisa ungkapin semua itu karna aku takut bakal nyakitin kamu.dan sekarang kita ketemu lagi, aku yakin kalau aku bener-bener sayang sama kamu dan takdirlah yang mempertemukan kita.
“Rita,Maukah kamu menjadi bagian dari hidupku dan temani aku hingga masa tuaku?"
"Tara... Aku juga sayang sma kamu."
"jadi,kamu mau?"
"iya,aku mau"
Aku sangat bahagia mendengar ucapan tara. Tara menyatakan cinta padaku,
Aku selalu berfikir kalau Tara bukan takdirku, dia bukan jodohku. tapi ternyata ku salah! dia adalah cinta pertama dan juga cinta terakhirku. Dialah orang yang menjadi pelengkap dalam hidupku, tulang rusukku, cinta sejati dalam hidupku.

~THE END~


Profil Penulis

Nama : Ni’matul Khoiriyyah
Nama Pena : Ranti Anastasya
Tanggal lahir : 14 Agustus 1996
Pekerjaan : Pelajar
Facebook : Ayra Nirmala Raya Pratiwi
Mohon Kritik dan sarannya yaa

Sunday, 5 August 2012

Cerpen Cinta: YOU ARE MY EVERYTHING

YOU ARE MY EVERYTHING
Oleh Bella Danny Justice

Cerpen Cinta
“kenapa kamu tega menghianati aku Miko ? apa salahku selama 1 tahun kita bersama ? apa ?! katakan padaku Miko !!” aku tak dapat lagi menahan rasa sakit hati yang meluap-luap di dada. Aku tidak peduli jika ia menganggap aku wanita yang cengeng. Aku menangis di hadapannya karena aku tidak bisa lagi mentolerir perbuatannya kali ini. Miko, kekasihku yang sudah menghiasi hari-hariku selama 1 tahun kini berhianat dengan wanita lain. Aku tidak tau siapa wanita itu, aku tidak mengenalnya, tetapi Miko sendiri yang mengaku kepadaku kalau ia sudah mengecewakan aku dan meminta padaku untuk mengakhiri hubungan kami karena ia merasa sudah tidak mungkin untuk melanjutkan semuanya ini.

“aku sungguh minta maaf Sharon, tapi aku tidak bisa lagi bersamamu. Maafkan aku...” Miko tidak memberiku kesempatan untuk berbicara, ia langsung pergi meninggalkan ruang tamu rumahku yang hanya berisikan kami berdua. Tangisku pecah saat mendengar pintu rumahku tertutup. Miko sudah benar-benar pergi, ia tidak akan kembali lagi, ia ternyata serius dengan perkataannya. Aku bodoh sekali telah mempercayainya. Ini semua kesalahanku dan aku layak menerimanya.
‡‡‡

Aku hanya tinggal dirumah bersama dengan Bi Lastri dan supirku Mas Seno. Orangtuaku selalu sibuk mengurus bisnis di luar kota atau luar negri. Meskipun begitu aku tidak pernah merasa kesepian karena mereka berdua selalu menghibur dan menemaniku. Tentu saja, karena Bi Lastri dan Mas Seno sudah mengasuhku sejak bayi sampai sekarang aku menjadi mahasiswi, aku tetap masih membutuhkan mereka.

Ketika Miko memutuskan hubungan kami aku pun menceritakan semuanya kepada mereka. Aku menangis di pelukkan Bi Lastri wanita paruh baya itu. Ia membelai rambutku dan menenangkan aku seperti anaknya sendiri. Walau Miko tidak mencintaiku tetapi aku beruntung karena masih mempunyai mereka yang menyayangiku. Untuk itu aku berjanji tidak akan terpuruk karena dia.

“loh non Sharon kok belom ganti baju sih ? Tuan sama nyonya udah nunggu di bawah untuk makan malam dari tadi, cepetan ya non abis itu non langsung turun.” Ujar Bi Lastri yang sudah bolak-balik ke kamar untuk mengingatkan aku berulang kali.

“iya iya, bilang sama mama dan papa suruh tunggu ya bi. Aku bentar lagi turun, mau siap-siap dulu.” Kataku lalu menutup pintu kamar dan menguncinya setelah bi Lastri keluar.

Aku rasa aku tidak bisa menepati janjiku, aku rasa aku lebih baik mati daripada tidak bersama Miko. Aku tidak bisa hidup tanpanya. Diriku hampa tanpa kehadiranya, tanpa senyum manisnya, serta canda tawanya. Sudah 1 bulan aku mengambil cuti kuliah karena aku merasa belum sanggup untuk mengikuti pelajaran mata kuliahku semenjak Miko meninggalkanku.

Dan kini mama dan papaku baru saja kembali dari Manado tadi pagi. Entah mengapa kepulangan mereka kerumah pun tidak bisa menghibur hatiku yang sedang terguncang.

Maafkan aku ma, pa... aku bukan anak yang baik, aku rasa aku tidak bisa makan malam bersama lagi dengan kalian, untuk selamanya... selamat tinggal...

Aku menelan banyak obat tidur yang ada di laci lemari kamarku malam itu. Aku berniat untuk mengakhiri rasa sakit ini. Aku yakin setelah aku meminum semua obat tidur ini aku akan merasa tenang dan rasa sakit itu tidak akan muncul lagi. Beberapa menit kemudian aku merasa tubuhku mati rasa, aku jatuh tergeletak ke lantai dan mengalami kejang-kejang.

Dari luar pintu kamar aku masih bisa mendengar mama dan papaku yang terus mengetuk-ngetuk pintu dan berteriak dengan cemas. Aku dengar mereka meminta bantuan pada Mas Seno untuk mendobrak pintu kamarku.

Tidak...ma, pa.. kalian jangan masuk... aku tidak ingin kalian menangisi anak kalian yang bodoh ini...

Mataku mulai meredup, perlahan tertutup dan aku tidak tau lagi apa yang terjadi setelah itu. Aku rasa aku sudah mati ? Ya, baguslah! Rencanaku berhasil! Ucapku dalam hati.
‡‡‡

Harapanku ternyata tidak terkabul. Orangtuaku membawaku ke rumah sakit tepat waktu sehingga aku berhasil diselamatkan. Aku sempat tidak sadarkan diri selama 2 bulan, dan sekarang aku sudah keluar dari rumah sakit itu. Mama dan papaku tampak terpukul dengan kejadian ini. Mereka menangis begitu mendapati aku tersadar dari koma. Aku sungguh seperti anak durhaka. Aku berdosa kepada mereka berdua dan terutama kepada Tuhan. Bagaimana bisa aku melakukan percobaan bunuh diri hanya karena seorang pria ? maafkan aku Tuhan..

Setelah kejadian itu orangtuaku memutuskan untuk membawaku ke London. Mereka ingin aku melupakan hal-hal yang terjadi di Jakarta dan memulai lembar kehidupan yang baru. Aku menyetujuinya, walaupun aku tau nanti di sana mereka juga tidak selalu hadir untuk menemaniku, tapi setidaknya aku berada di tempat yang baru dan aku harap aku bisa melupakan kenangan pahitku.

Keesokan harinya aku, mama dan papa segera terbang ke London. Aku pasti akan sangat merindukan Bi Lastri dan Mas Seno, tapi ini adalah jalan yang terbaik bagiku. Miko pun tidak pernah memberi kabar sama sekali sejak terakhir kali kami bertemu, padahal aku tetap ingin berteman dengannya, nomernya juga sudah tidak aktif lagi. Aku rasa ini memang saatnya aku untuk melupakannya.

Sesampainya di ibu kota Inggris itu aku langsung merebahkan tubuhku ke kasur karena Jet lag yang mendera. Ya, ini lah rumah baruku, tempat tinggal baru, dan orang-orang baru yang akan mengisi kehidupanku.

Mama memasuki kamarku dan menghampiri aku yang sedang terbaring di tempat tidur. “Sharon, kamu istirahat yang banyak ya, mama dan papa harus pergi ke Manchester untuk menemui relasi bisnis. Kalau kamu butuh sesuatu minta saja sama Nanny Grace. Oh ya, dia juga bisa berbahasa Indonesia.”

“ya, kalian berdua hati-hati.” ucapku sambil menarik bedcover bermotif bunga mawar itu.

Sendiri lagi... selalu seperti ini, and i’m getting used to it.

Aku menetap di London hanya sampai aku merasa lebih baik saja, aku tidak sungguh-sungguh pindah ke negara ini. Aku mengambil cuti 1 tahun di kampus ku dengan alasan terapi penyembuhan. Istilah “tidak ada tempat yang paling nyaman dari kampung halaman” itu memang benar. Walaupun tinggal di London, aku tetap rindu Indonesia dan aku akan segera kembali sampai aku selesai menata hatiku.

“Sharon, apa kau butuh sesuatu ?” sahut seseorang dari luar kamarku dengan bahasa Indonesia yang tidak terlalu fasih. Ya, itu adalah Nanny Grace.

“tidak, saat ini aku ingin tidur saja. Terimakasih tawarannya Nanny.” Balasku nyaring.

“baiklah. Istirahat yang cukup.” ujarnya.

Aku tidak merasa lelah lagi, justru sekarang merasa bosan. Aku membuka laptopku dan menyolokkan modem ke port usb. Sudah 3 bulan aku tidak membuka akun jejaring sosialku, mungkin ada hal terbaru yang tidak ku ketahui.

“maafkan aku meninggalkanmu, sekarang kau pasti membenciku. Tidak apa, itu justru yang aku inginkan karena aku memang tidak pantas mendapatkan wanita yang sangat baik sepertimu.. aku hanya seorang pengecut, i’m so sorry Ser..” 3 months ago.

Ketika membuka akun facebook-ku, itulah hal pertama yang aku liat di beranda. Itu adalah status yang ditulis Miko 3 bulan yang lalu. Karna penasaran aku pun membuka profilenya secara keseluruhan. Entah mengapa jantungku berdetak lebih cepat 2 kali lipat dari sebelumnya. Begitu tampilan facebook Miko terpampang lengkap di depan kedua bola mataku aku tidak dapat berkata sedikitpun. Aku hanya menggigit bibir bagian bawahku, menahan agar aku tidak menangis ketika membaca semua statusnya.

“sepertinya harapanku sudah sirna, kalau memang dia sudah melupakan aku dan bahagia bersama dengan orang lain, aku pun akan berusaha untuk bahagia.” 15 minutes ago.


“ini membuatku tersiksa, aku tidak sanggup lagi..” 1 day ago.


“aku harap dia tidak membuka akun facebooknya, kalau ya, aku benar-benar akan sangat malu.” 2 days ago.


“it’s so cold without you by my side, i’m sorry to hurt such an angle like you. You are my everything.” 4 days ago.


“you must be hate me so much.” 2 weeks ago.


“if only i could tell you the truth, would you still love me ?” 1 month ago.

Yang benar saja ?! apa kau benar-benar menulis semua status ini Miko ? tapi kenapa ? apa alasanmu melakukan ini semua terhadapku ? ternyata kau tidak pernah sungguh-sungguh ingin pergi meninggalkanku ?! lalu mengapa kau berbuat seperti itu ?? aku tidak mampu menahan cairan hangat itu keluar dari mataku, aku merasa sangat senang usai membaca semua statusnya, namun aku juga merasa sedih karena dulu ia tidak mau jujur kepadaku.

Beberapa saat aku menangisi hal itu lalu aku tersadar kalau kepergianku ke London adalah untuk menghapus kenangan pahitku. Ya! aku harus melupakan Miko! Lagipula sudah terlambat bagiku jika sekarang aku ingin berharap dia masih mencintaiku. Dari status yang ditulisnya 15 menit yang lalu dapat disimpulkan bahwa ia akan melupakanku cepat atau lambat, dan aku harus merelakan itu.
‡‡‡

Hanya 1 bulan aku berada di London dan aku memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Aku rasa aku sudah menata dengan benar hatiku. Aku yakin sudah tidak ada lagi perasaanku yang tersisa untuk Miko, mantan kekasihku yang dulu meninggalkanku. Meskipun aku tau kebenarannya, tapi itu sudah terlambat. Semuanya sudah berakhir...

“Sharon, are you really leaving ? please just stay with me..” pria bertubuh jangkung itu memelukku dengan erat. Ya, dia adalah Kieran, aku mengenalnya saat berkunjung ke perpustakaan umum di London ketika aku merasa down setelah mengetahui yang sebenarnya tentang Miko. Dia bekerja di sana, dia mengajakku berkenalan dan makan malam. Sebenarnya aku mulai sedikit menyukai laki-laki tampan berambut coklat itu, tapi aku harus pergi. Aku harus melanjutkan studiku di Indonesia yang sudah terbengkalai karena kejadian-kejadian yang terjadi belakangan ini.

Aku mengendurkan pelukannya perlahan. “i want it, but i can’t, i have to go now. Don’t be sad Ki, i’ll visit you right away. Goodbye..” Ucapku sambil menyunggikan senyum manis kepada Kieran.

Aku bersiap menggaet sebuah tas travel berukuran sedang dan koper besar. Tetapi saat aku akan membelokkan tubuhku untuk pergi dari sana tiba-tiba saja Kieran meraih pergelangan tanganku dan menariknya sehingga tubuhku berputar 180 derajat. Wajahku tepat di depan wajahnya dan sangat dekat, aku memandang mata birunya penuh tanda tanya. Kieran semakin mendekatkan wajahnya kearahku, ia menundukan kepalanya sedikit lalu dalam sekejap ia mendaratkan sebuah kecupan lembut di bibirku yang membuatku tak bisa berkata apa-apa.

Kieran melepaskan genggamannya lalu berkata. “sorry if you don’t like it, but that’s our farewell kiss. I’ll be missing you Sharon..”

“thank you Kieran.” Ucapku lalu melangkah pergi dari sana. Kieran, dia satu-satunya pria yang mampu membuatku ragu untuk pergi dari London, tetapi aku tetap harus kembali ke Indonesia. Aku tidak akan melupakanmu Ki. Terimakasih kau sudah hadir dalam hidupku...
‡‡‡

Saat aku sudah menempati tempat duduk ku di pesawat, entah mengapa aku ingin membuka handphone dan melihat facebook-ku kalau-kalau ada seseorang yang menulis sesuatu di wall-ku.

Benar saja dugaanku, ternyata ada seseorang me-wall-ku. Dia teman SMA-ku dulu Flavia :

“oh my God! I really miss you Sharon!! It’s been so long, let’s meet up dear.” 6 hours ago.

“please turn off your cell phone because the plane will be taking off in a few minutes.” Ujar pramugari tersebut yang memperingatkan aku karena terlihat masih asik memegangi benda mungil itu.

“oh, ok.” Jawabku singkat.

Cepat sekali pesawat ini akan lepas landas. Aku pun bergegas log off dari facebook-ku, tapi aku sengaja kembali ke beranda. Dan hal itu membuatku terkejut! Aku melihat Miko baru saja mengupdate statusnya :

“going back to Indonesia from London, i can’t stand my dad anymore. I need to meet you! I have to tell you the truth.. hope you could understand.” Just now.

Apa ?! ternyata dia selama ini ada di London ?! dan sekarang ia sedang kembali ke Indonesia ?!

Ini benar-benar mengagetkan untukku. Aku berdiri dan mencari-cari sosok Miko. Aku duduk di bagian tengah, jadi aku harus mengecek ke bagian depan dan ke belakang supaya menemukannya. Namun beberapa saat mencarinya aku tidak mendapatkan Miko di bangku deretan depan maupun belakang. Dengan menghela nafas panjang aku pun kembali ke tempat dudukku.

Aku sedikit terkejut karena ketika aku kembali ke bangku ku aku mendapati tas besar milik seseorang ada di sampingku. Padahal sebelumnya aku tidak melihat tas itu, tiba-tiba saja benda itu muncul.

Aku duduk diam, memejamkan mata dan memasang headphone menyetel musik rock kencang-kencang. Entah kenapa aku merasa sedikit kecewa karena tidak dapat menemukan Miko dan seharusnya aku juga tidak perlu mencari pria itu, karena aku harus melupakannya.

Akhirnya pesawat pun lepas landas, hanya tinggal hitungan detik saja tapi orang yang duduk di sampingku tak kunjung datang. Apa dia belum pernah naik pesawat sebelumnya? Gumamku dalam hati.

“excuse me miss..” ucap seseorang dengan nafas yang bergemuruh seperti di kejar hantu. Ya, pasti orang itu!

“it’s ok, no...” saat aku melepaskan headphone dan membuka kedua mataku, aku tak berkutik dan bibirku tak bergerak sedikit pun memandang orang tersebut.

“Sharon ?” ucapnya dengan nada setengah tak percaya.
‡‡‡

Sungguh sebuah hadiah yang tak terduga bagiku. Aku satu pesawat dengan Miko dan tempat duduk kami pun bersamaan. Meskipun begitu aku tidak membuka mulut. Aku mengunci bibirku rapat-rapat dan berusaha bersikap acuh terhadapnya.

“maafkan aku Sharon... sekarang aku akan menjelaskan semuanya kepadamu. Aku harap kau bisa mengerti.” Kata Miko yang membuka pembicaraan di tengah keheningan kami selain suara pesawat yang sedikit bising terdengar.

Aku tidak memandangnya, aku hanya membalas ucapannya. “aku sudah tau semuanya, aku sudah baca semua statusmu. Tidak ada lagi yang perlu di jelaskan.”

“masih ada yang belum kau ketahui Sharon dan aku harus mengatakannya. Tolong izinkanlah aku menjelaskannya padamu.” Nada yang memelas itu membuat hatiku luluh. Rupanya aku belum bisa menata hatiku, rupanya aku masih menyukainya.

“katakanlah apa yang ingin kau katakan.” Ucapku berharap terdengar cuek.

“aku meninggalkanmu karena papaku memaksaku untuk belajar mengurus perusahaannya, itu ia lakukan karena menurutnya aku lah satu-satunya pewaris perusahan yang ideal. Dia tidak mau kakakku Tommy yang menjadi pewaris perusahaan karena baginya Tommy hanya akan memperburuk keadaan keuangan perusahaan yang sedang goyah saat ini. Karena itu aku beralasan kepadamu bahwa aku telah menghianatimu, tapi kenyataannya aku sama sekali tidak pernah melakukan itu Sharon. Aku sangat mencintaimu, tetapi di lain sisi aku juga tidak bisa menolak permintaan papaku. Tolong cobalah mengerti keadaanku Sharon, aku tidak pernah berniat untuk melukai perasaanmu sedi...” Miko terus saja berbicara dan itu membuat telingaku panas. Aku tidak bisa untuk tidak memaafkannya apalagi karena alasannya sangat kuat seperti itu.

Aku pun memotong perkataannya. “lalu kenapa kau kembali ? aku melihat status mu, kau bilang kau tidak tahan dengan papamu.” Kini aku mulai menatapnya, aku memberanikan diri memandang wajahnya. Dia tidak berubah, masih sama seperti dulu... sangat tampan..

Miko tertunduk sejenak, ia menggengam tanganku dan kembali berkata. “sebenarnya urusanku di London belum selesai Sharon, tetapi aku sudah tidak tahan lagi karena rasa bersalah yang terus menghantui diriku. Aku ingin kau tau semuanya, dan aku tidak ingin kau membenciku karena aku sangat menyayangimu.”

“jangan bicara lagi. Aku mencintaimu Miko. Dan aku tidak pernah bisa membencimu.” Aku langsung memeluk Miko saat itu juga. Rasanya aku rindu sekali dengan pria ini. Kalaupun aku ingin, aku tidak bisa membenci Miko. Aku bingung mengapa bisa seperti itu. Tapi satu yang pasti aku sangat senang bisa bersama lagi dengannya.

You are my everything, no one will be able to replace you from my heart...
You mean the world to me...
You’re the apple of my eye...

DE END

Facebook : Bella Justice
Twitter : @bellajusticee
E-mail : alexa.bella14@yahoo.com
This is my last story because i’m feeling bad now, I hope i could start a new story as soon as possible. Hope you all like it. :-)

Friday, 3 August 2012

Cerpen Cinta: DI MALAM FESTIVAL

DI MALAM FESTIVAL
oleh Mina Haryono

Cerpen Cinta: DI MALAM FESTIVAL
Cerpen.Gen22.net - Mami Nadia berteriak-teriak memanggil anaknya. Nadia keluar kamar. Ia baru saja menikmati tidur siang yang membuat kepalanya berdenyut. Matanya masih agak tertutup. “Ada, apa, Mi?”

“Kamu ini bagaimana, sih? Kamu ‘kan harus menjemput Farah!” Kantuk Nadia langsung hilang.

“Tiga puluh menit lagi kereta Farah sampai di statsiun.” Maminya geleng-geleng kepala melihat Nadia yang terburu-buru lari ke kamar untuk ganti baju dan mengambil dompet.

“Hati-hati di jalan, Sayang. Mami mau arisan di tetangga sebelah.” Mami Nadia bergegas pergi.

Nadia membuka pintu garasi sambil menggerutu. “Ini gara-gara kak Galih! Tiap hari pulang Maghrib melulu! Jadi aku yang harus menjemput Farah dan naik mobil tanpa SIM!”

“Hei, kuantar, ya.” Nadia berteriak kaget. Ia mendapati tetangganya, Rendy, di muka garasi. Rendy tersenyum meminta maaf. Nadia menolaknya dengan sinis. Ia masuk ke mobil dan langsung menyalakan mesin mobil. Ia mundur sampai matanya bertatapan dengan Rendy. Nadia menatap sinis. Lalu Nadia memundurkan sedan metalik Ayahnya dengan lancar dan membawanya melesat di jalan raya.

Setelah memarkir mobil dengan aman, Nadia langsung berlari tergesa-gesa. Ia menoleh kesana-kemari saat penumpang kereta sudah banyak yang turun, tetapi ia tidak menemukan Farah. Jangan-jangan Farah naik kereta yang salah, seperti saat es-em-pe kelas dua, dua tahun yang lalu? Nadia menggaruk kepalanya. Lalu ia melihat Farah. Hampir tergelincir Nadia, saat ia berlari menaiki kereta. Ia tersenyum lega melihat sepupunya itu sedang menurunkan tas besar dibantu seorang petugas yang masih muda. Farah terlihat hampir menangis sekaligus lega melihat Nadia.

Nadia tersenyum geli. Ia mengucapkan terima kasih pada petugas yang membantu tadi, lalu merangkul Farah turun dari kereta. Saat ia menoleh ke kereta, ia melihat petugas tadi buru-buru membuang muka dan berlalu. Heee, jangan-jangan cowok tadi naksir Farah?

Nadia membantu membawa tas hitam super besar Farah. Farah adalah sepupunya yang agak ceroboh. Tetapi ia mau menolong dan mempunyai sifat yang baik dan lembut. Ia belum punya pacar karena ia memang belum pernah jatuh cinta. Padahal cowok yang antri banyak, mereka semua menyukai kecerobohan Farah.

“Ah!” Farah tiba-tiba berteriak dalam mobil.

“Nadia, aku lupa bilang terima kasih pada petugas yang membantuku menurunkan tas tadi! Cowok itu baik sekali, walaupun ia sering membentakku. Pertama, saat aku tersandung di dekat pintu kereta. Lalu saat aku menumpahkan minumanku ke seragamnya. Tapi ia tetap membantuku menurunkan tasku meski sambil marah-marah.”

Tadi Nadia memang sekilas melihat noda di bagian depan seragam petugas itu. Ia tersenyum membayangkan kecerobohan Nadia, dan bagaimana petugas tadi marah-marah. Sepertinya Farah tertarik pada petugas yang masih muda itu.

Di rumah, Nadia langsung mengantar Farah ke kamar tamu, kamar yang dulu pernah ditempati Farah saat berkunjung. Karena kelelahan, Farah langsung tertidur lelap. Nadia menyelimutinya lalu meninggalkan kamar. “Selamat datang, sepupu.”
***

Pukul setengah lima pagi Farah membangunkan Nadia dan mengajaknya lari pagi. Dengan mata masih mengantuk Nadia pergi ke kamar mandi untuk cuci muka. Mereka lari mengelilingi kompleks perumahan Nadia sampai pukul enam, lalu Farah mengajaknya untuk sarapan bubur di taman.

Di taman, mereka bertemu dengan Rendy, lalu Rendy mentraktir mereka bubur. Sebenarnya Nadia tidak ingin dekat-dekat dengan Rendy dan ingin segera pulang. Tetapi Farah sangat ingin makan bubur, Jadi terpaksa Nadia menerima tawaran traktiran Rendy. Farah duduk di antara mereka berdua.

Selama makan, Nadia menunduk terus dan tidak mau menatap Rendy. Ia makan dengan cepat, tidak bicara, walaupun Farah dan Rendy mengajaknya mengobrol. Setelah selesai makan, Nadia langsung buru-buru mengajak Farah pulang. Rendy berteriak memanggil Nadia namun Nadia diam saja. “Nadia, jangan lari, nanti keram perut! Kau ‘kan baru saja makan!”

Farah sepertinya ingin bertanya kenapa Nadia tidak mengacuhkan Rendy, tapi ia mengurungkan niatnya, sampai Nadia sendiri mau bercerita.
***

Nadia menghela napas. Ia menyandarkan tubuhnya ke bahu tempat tidur. Ia memandang langit-langit kamarnya dan bayangan masa lalu kembali memenuhi benaknya.

Saat itu Nadia masih kelas dua SMP. Ia mendapatkan tetangga baru, Rendy. Rendy cowok periang, ramah, dan murah senyum. Tubuhnya tinggi, tegap, dan atletis. Rambutnya dipangkas pendek. Karena Rendy satu SMU dan satu kelas dengan Galih, Rendy sering main ke rumahnya. Kadang Nadia main ke rumah Rendy untuk mengantarkan makanan atau menanyakan PR (sebab Galih pelit meski pintar).

Nadia jatuh cinta pada Rendy dan Nadia terang-terangan menunjukkan sikapnya. Tapi Rendy hanya menganggapnya adik, Nadia menerima hal itu. Hal yang membuatnya kesal adalah sebulan yang lalu Rendy mengenalkan Nadia pada temannya, Bayu. Kata Rendy, Bayu naksir Nadia. Sejak itu Nadia memutuskan untuk membenci Rendy.

Ketukan di pintu membuyarkan lamunannya. Farah memanggilnya untuk makan malam bersama keluarga Nadia. Setelah makan malam, Galih berbisik pada adiknya.

“Kau ini kenapa akhir-akhir ini menghindar dari Rendy? Dulu kau senang bersamanya.” Mata Galih menyipit.

“Rendy menunggumu di halaman belakang. Kau harus kesana!” Ia menghampiri Farah.

“Farah, aku akan mengantarmu keliling kota. Nadia ada urusan. Ayo!” Galih merangkul Farah. Sorot matanya mengatakan bahwa Nadia harus menemui Rendy.

Aku takkan datang! Nadia menjatuhkan diri ke sofa. Setelah setengah jam, Nadia melongok ke halaman belakang rumahnya. Ia melihat Rendy sedang membelakanginya, memandangi kolam renang persegi. Nadia membuka pintu, Rendy lansung berbalik.

“Hai, kukira kau takkan datang.” Karena Rendy tampak kedinginan, Nadia mempersilahkannya masuk.

“Terima kasih.” Rendy duduk di tepi keramik dapur.

Nadia tidak menyalakan lampu karena ia tidak ingin Rendy melihat wajahnya.

“Ada apa?”

“Nadia….” Rendy menggosok hidungnya. Ia bersin beberapa kali karena kedinginan.

“Aku hanya ingin tahu kenapa sikapmu belakangan ini berubah. Sepertinya kau menghindariku. Kau sudah seperti adikku, lalu tiba-tiba, Bum! Kau menghindariku.”

Nadia menunduk. “Aku hanya tidak suka Kak Rendy menyodorkan aku pada Kak Bayu. Padahal sudah ada cowok yang kusukai.”

“Oh? Benarkah? Aku minta maaf.” Rendy mendekati Nadia.

“Maafkan aku, aku takkan mengulanginya lagi. Aku ingin kau kembali menyapaku. Kau mau ‘kan, Nadia?”

“Aku…baiklah.” ujar Nadia lemah. Sayang sekali Nadia tidak melihat mata Rendy yang berkilat senang dalam kegelapan. Nadia menempelkan dahinya di kaca jendela dapur, memandangi Rendy yang berlari melompati pagar tembok pembatas rumahnya dan rumah Rendy. Lalu Nadia menangis karena ia sangat menyadari bahwa ia masih mencintai Rendy. Dan ia pun tahu, cukup sulit untuk membenci Rendy.
***

Nadia merengek pada Galih agar ia dan Farah diberikan tiket khusus untuk datang ke festival tahunan di SMU Galih (acara lanjutan setelah acara kelulusan kelas tiga) yang tertutup untuk umum. Awalnya Galih menolak, namun karena ia pusing mendengar rengekan adiknya, akhirnya ia mengiyakan. “Baiklah, tapi kau dan Farah cari kostum sendiri. Aku akan meminta tiketnya pada ketua nanti. ”

“Siap, Letnan! Terima kasih, ya!” Nadia mengecup kakaknya. Galih mengelap pipinya dan mengibas-kibaskan tangan menyuruhnya keluar dari kamarnya. Nadia langsung berlari menemui Farah. “Berhasil, kau tidak sia-sia berlibur di sini, Farah! Kita bisa menikmati festival tahunan dengan gratis di SMU Kak Galih! Ayo kita cari kostum!” Kemudian mereka mencari baju bekas di loteng dan bahan lain yang bisa ditemukan di loteng dengan penuh semangat.

Nadia senang sekali bisa ikut pesta kelulusan kelas tiga sekaligus festival tahunan yang hanya ada di SMU Galih. Di pesta itu semua mengenakan kostum. Ada yang mengenakan kostum hantu, tokoh-tokoh Disney, dan tokoh idola. Tahun pertama di SMU, Galih mengenakan kostum Pinokio, dan tahun kedua mengenakan kostum Zero. Nadia belum tahu apa yang akan dikenakan kakaknya di festival nanti. Di festival itu semua berdansa sampai tengah malam (acara pesta kelulusan dimulai pukul 9 pagi sampai pukul 3 sore, dilanjutkan acara festival tahunan mulai pukul 7 malam sampai tengah malam).

Setiap hari Galih pulang Maghrib karena ia panitia Seksi Dekorasi. Tapi Nadia tidak diberitahu setting festival kali ini seperti apa. Di pesta itu panitia tergabung dari kelas 1, 2, dan kelas 3 yang akan lulus. Rendy juga Seksi Dekorasi, tapi ia izin saat ada arisan RT di rumahnya beberapa hari yang lalu karena harus membantu ibunya menyiapkan arisan.

Seminggu kemudian….

“Ini benar-benar festival, Nadia!”

“Ya, hmm….” Nadia terpesona menatap gerbang sekolah yang masing-masing tiang dihiasi kepala nenek sihir dan devil. Di tengah gerbang terbentang kain hitam dengan cat merah bertuliskan ‘WELCOME IN FESTIVAL’. “Farah, jangan melompat-lompat, nanti kau ja….” Nadia memijat dahinya melihat Farah dengan kostum kuda ─ yang lebih mirip kostum keledai ─ jatuh tersungkur ke tanah. Sebelum Nadia sempat menolong, seorang cowok berkostum Aladdin mengulurkan tangan pada Farah. Sepertinya aku kenal cowok itu tapi di mana ya? Nadia berlari menghampiri Farah. “Kau tak apa-apa?”

“Ya, tapi lututku.” Farah melihat cowok Aladdin. “Ah, cowok pemarah!”

“Cewek ceroboh! Kenapa ada di sini?” tanya cowok pemarah alias petugas statsiun.

“Ini ‘kan tertutup untuk umum, kecuali kalian punya tiket khusus….”

“Sepupuku panitia di sini, kelas 3, namanya Galih Prasetyo. Kau sendiri?”

“Aku juga kelas 3 di SMU ini. Aku…Firman.”

Nadia mundur perlahan. Oke, deh, dunia milik berdua! Nadia memperhatikan siswa-siswi yang berlalu-lalang. Mereka mengenakan kostum yang bagus, keren, dan indah. Ada Cinderella, Robin Hood, Wonder Woman, cewek koboi, dan tokoh terkenal lain. Ada juga yang mengenakan kostum Casper, Harry Potter, dan Frankeinstein.

Nadia merinding melihat dekorasi yang dibuat. Setting festival tahun ini adalah Istana Hantu. Di kiri kanan pintu masuk aula pesta dansa yang sangat luas dipasang mumi dan manusia serigala yang dari moncongnya menetes darah. Di dalam aula sendiri didekor seperti Istana Hantu, hanya 8 nyala obor menerangi. Di langit-langit tergantung kelelawar karet, dan di sudut dibuat sarang laba-laba beserta laba-labanya. Suasana menakutkan sekaligus menyenangkan. Di aula sama ramainya dengan di luar. Siswa-siswi berkostum tengah asyik mengobrol, bercanda, ataupun berdansa dengan pasangannya. Di panggung ada yang nge-band diselingi musik dari piringan hitam.

Nadia merasa diperhatikan seseorang. Saat ia menoleh, matanya bertatapan dengan seorang cowok berpakaian koboi, lengkap dengan topi koboi, sepatu bot, dan pistol di pinggang. Nadia mengenali Rendy, dan jantungnya langsung berdegup kencang. Malam ini Rendy sangat tampan. Beberapa perempuan mengelilinginya. Snow White, Tinker Bell, Ratu Salju, dan Madonna. Dengan sedih Nadia memalingkan wajah. Ia mencari-cari Galih dan menemukan kakaknya sedang menyesap minuman berwarna biru sambil memperhatikan sekeliling. Nadia menghampiri kakaknya itu. “Kau belum ganti kostum, Kak?”

Galih terkekeh. “Kau tahu, idola yang paling kukagumi adalah diriku sendiri.” Galih mengaduh karena Nadia memukulnya. “Hai, Rendy, titip adikku, ya. Aku mau mencari Sisca. Kalian akur-akur, ya!” Galih langsung berlari dan menghilang di kerumunan orang-orang berkostum.

Nadia tidak mengira bahwa Rendy telah berdiri di belakangnya sampai tadi Galih menyapanya. Ia tidak berani menoleh. Namun Rendy menarik sikunya dan mengajaknya ke luar aula, setelah sebelumnya Rendy mengambilkannya minuman bersoda dari meja minuman di dekat pintu keluar aula. Mereka mencari bangku yang kosong, dan menemukannya di bawah pohon pinus, di samping aula. “Kau terlihat cantik mengenakan kostum gipsy ini, Nadia.” Rendy tersenyum memandangnya.

“Te-terima kasih. Oya, dekorasinya sangat bagus….” Nadia memperhatikan kelelawar karet yang menggantung di pepohonan di depannya.

“Syukurlah.” Rendy tak lepas memandangnya, membuat Nadia rikuh dan ge-er. “Galih bekerja paling keras. Dari kelas satu ia ingin mewujudkan hal ini.” Akhirnya Rendy menatap kejauhan. “Rendy memberikan kostum yang telah ia jahit sendiri pada teman kami yang tidak mampu. Galih orang yang sangat baik.”

Dengan perasaan bangga Nadia tersenyum. “Ya, tentu saja.” Nadia melihat siswa berkostum tengkorak lewat di depannya. “Mana pacar Kak Rendy?”

“Sudah putus. Lucu juga, kami hanya berpacaran seminggu….” Rendy kembali menatapnya. Wajahnya tegang, tanpa senyum, namun tetap tampan. “Nadia, saat kau menjauh beberapa waktu lalu, aku baru menyadari perasaanku. Karena itu aku putus dengan Melly. Aku… jatuh cinta padamu, Nadia.”

Nadia membelalak. “Kau ‘kan hanya menganggapku adik….”

“Ya, mulanya aku menganggap begitu. Aku menyesal tentang Bayu. Saat kau menjauh, aku merasa kosong, rindu padamu. Oleh karena itu aku mengajak berdamai. Aku pengecut, tidak mengatakan alasan sebenarnya untuk berdamai. Aku pura-pura menjadi kakak yang kesepian. Tak usah panik, aku hanya ingin memberitahumu. Sebab ini hari kelulusanku. Aku akan kuliah di Purwokerto. Lagipula kau ‘kan punya cowok yang kausukai…waktu di dapur kau bilang begitu ‘kan….”

“Orang yang kusukai itu Kak Rendy! Apakah tidak sadar? Aku terang-terangan menunjukkannya. Aku kesal Kak Rendy tidak peka dan malah menyodorkan Kak Bayu.”

“Kau tidak mengada-ada ‘kan?” Rendy memegang bahu Nadia. Matanya berkilat senang dan ketegangan di wajahnya mencair, berubah menjadi sangat cerah.

“Sudah kubilang aku menyesal soal Bayu.” Rendy memeluknya.

“Aku cinta padamu, Nadia.” Rendy melepas pelukannya dan menatapnya penuh senyum.

“Kau mau menjadi pacarku ‘kan?” Rendy menunggu sampai Nadia mengangguk, lalu berdiri dan mengajak Nadia kembali ke aula untuk berdansa sampai tengah malam. Di malam festival ini menjadi malam terindah bagi Nadia. Cintanya selama ini akhirnya tersampaikan.

TAMAT

Mina Haryono
mina.haryono@yahoo.com

Monday, 2 July 2012

Cerpen Cinta Romantis: Jangan Pergi

JANGAN PERGI
Cerpen Cinta Romantis
Karya : putri ayu pasundan

Hari semakin berlalu, meninggalkan semua kisah yang ada , menjalani hari-hari tanpa kehadiranmu , meninggalkan canda dan tawa , kini tak ada lagi canda dan tawa’nya yang selalu menghiasi hariku. senyummu , wajahmu, candamu , kini hilang begitu saja ~ jika waktu bisa diputar kembali. Mungkin aku sudah memutarnya~ tapiii… ini mustahil , ini tak mungkin !
…
          “ bella, “ panggil suara dari arah tempat duduk belakang .
          “kenapa din?” sahut bella agak malas
          “Jangan murung terus dong bella, gue tau kok lo pasti masih sedih dan gue tau kok lo emang sayang sama avi. Tapi dia gak mungkin balik lagi. Lo tau kan? penyesalan emang selalu datengnnya di akhir cerita dan gak pernah di awal . jadi , jangan nyesel kalo dulu lo nyia-nyiain cintanya dia, dan sampe2 dia pergi , baru lo sdar semua itu, lo cintakan sama avi..?’’ Tanya dina ingin tau
          “iya, iya, gue emang salah. Lagian dlu gue sama dia itu awalnya kan Cuma care aja, sahabatan kaya biasa , sering curhat2an pula. Dia tuh iseng banget, jail, rusuh pokoknya serba nyebelin deh. Gue juga gak nyangka akhirnya bisa begini malah jadinya benci jadi cinta kan, gue juga gatau kenapa dia bisa jatuh cinta sama gue.” Yang gue tau, dia tuh sayang banget sama gue. lo tau kan?’’ tapii kenapa dia ninggalin gue kaya gini ? jawab bella dengan nada menyesal.
          Perbincangan mereka pun di akhiri karna bel masuk berbunyi. Bella adalah gadis yang cantik dan manis dia begitu periang. Tapi sebulan belakangan ini bella jarang banget tersenyum apalagi tertawa. Hanya kesedihan yang tampak di wajahnya………….

###
          Pagi ini tepat pukul jam 5.30 pagi , bella belum juga bangun dari tidurnya . jam beker kesayangannya sudah berdering kencang tapi bella belum saja bangkit dari tidurnya.
          “bella.. bella.. bangun sayang, udah pagi.” Teriak mama bella dari arah pintu . tapi bella tak juga bangun.
          “tok…tok…. Bella sayang, bangun nak. Kamu gak sekolah ?’’ diketuknya pintu kamar bella beberapa kali oleh mamanya.
          “iya maaah. Bella udah banguun ni.”
          “ayok cepat mandi dulu sanaa, sudah jam berapa ini? Kamu gak sekolah?” Tanya mama bella kepada anaknya .
          ‘‘iyaa…iya mah” di bukanya pintu kamarnya, dan bella segera menuju kamar mandi untuk siap-siap berangkat sekolah . mamanya yang sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk anak tersayangnya yang satu ini.
          “mah, bella berangkat ya.?” Pamit bella pada mamanya, bella pun mencium tangan mamanya.. dan itu adalah kebiasaannya sebelum berangkat pagi ke sekolah.
          “kamu gak makan dulu sayang, ?” Tanya mamanya .
          “udah mah nanti aja disekolah daa.. mah.” Bella mencium pipi kanan mama nya dan segera meninggalkan rumah . Mamanya tak lupa memberinya sekotak bekal makanan yang berisi cake stobery kesukaannya. Mamanya juga tak lupa menyelipkan uang jajan ke dalam tasnya. dan seperti biasa , ada kang dani yang selalu setia mengantarnya ke sekolah setiap pagi.

###
          Pelajaran pertama pun dimulai hari ini adalah pelajaran ibu rini guru sejarah yang selalu mengajar pada jam pertama. Konon nyatanya setiap guru ini mengajar tak ada satupun anak-anak yang mendengarnya karena dengan alasan guru ini neranginnya lama banget, ngebetein , dan ngomongnya udah kaya putri solo yang pengen di kawinin. (apa jadinya ya?) tapi inilah kenyataannya…
          “tok… tok….” Beberapa kemudian pintu kelas pun di ketuk.. di ikuti beberapa langkah kaki menuju ke arah bu rini yang sedang mengajar.
          Anak-anak 10-1 semua menatap kearah seseorang itu yang sedang berjalan menghampiri bu rini. Sesosok cowo ganteng tinggi, berkulit hitam manis, dan sangat khas dengan kedua lesung pipinya.. semua cewek yang berada di dalam kelas menjadi ricuh tak karuan. Sebagian cewek ada yang tiba-tiba merapikan rambutnya, membenarkan lipice di bibirnya seolah-olah mereka semua ingin tampak perfect di hadapan cowo ganteng yang satu ini. Tapi berbeda dengan bella , dia sama sekali tak merespon kedatangan cowok itu, dia malah bersandar wajah di meja dengan muka setengah mengantuk.
          “perhatian semuanya…. Jangan berisik harap tenang….. kita kedatangan teman baru yang berasal dari sekolah strada 2 ayo silahkan perkenalkan nama kamu nak.” Pinta bu rini kepada cowok satu ini
          “hai teman, perkenalkan nama gue Derian Rafael darmawangsa. Panggil aja gue afa. Asal sekolah gue dari ghoetoen 2. Alasan gue pindah kesini karna kerjaan orang tua gue . sekian perkenalkan dari gue.
          “EH… afaa… status lo sekarang apa?” hahahaha teriak salah satu cewek dari arah belakang .. yaitu lisa . dia adalah salah satu dari geng lolipop yang ganjen itu. dan dandanannya itu looh gak nahan bikin orang yang litanya ingin muntah. (bisa bayangin gak?).
          “Cieee…cieee” sorak anak-anak dari arah belakang.. afa yang masih berdiri kaku di depan kelas yang suasananya memang sedang ricuh hanya bisa menahan diri untuk tetap bertahan di depan kelas dengan banyak godaan teman-teman barunya itu.
          “status? Status gue sampe sekarang masih single.” Jawab afa singkat dengan sedikit senyuman yang manis dan lesung pipitnya itu yang khas.
          “aaa….. afa senyum sama gue firaaa. Yampun dia ganteng banget.” Kata lisa cewe ganjen yang satu itu. teman-teman se geng nya pun menyoraki mereka berdua.
          “silahkan kamu duduk di tempat duduk yang masih kosong di sebelah kiri pojok sana.” Pinta bu rini kepada afa. Afa pun segera menyelusuri arah tempat duduk itu.
          “hai, boleh gue duduk disini?” pinta afa kepada yang punya tepat duduk itu.
          “maaf yaa tempat duduk ini punya sahabat gue dina. Dia gak masuk sakit. Jadi lo duduk disana aja tuh di belakang.”bella menolaknya , dan Tunjuk bella kearah tempat duduk belakang.
          “sorry sebelumnya, gue maunya disini bareng sama lo.” Pinta afa ke pada bella
ternyata pemilik tempat duduk itu adalah bella. bella memang satu bangku dengan dina sahabatnya . tapi hari ini dina gak masuk dikarenakan sakit panas. Dan terpaksa deh bella harus duduk sendirian.
          “misalnya nanti sahabat lo masuk gue bakalan janji akan pindah tempat duduk. Kenalin gue afa. Nama Lo siapa? Diulurkan satu tangannya kearah bella.
          “bella.” Jawab bella singkat dan dingin.
          “okeh. Afa hanya memandangnya dengan senyuman khas ala lesung pipitnya yang manis itu.
Afa heran dengan sikap cewe yang satu ini sebut saja bella. Dari awal dia masuk kelas hanya cewek ini yang diam dan tidak bersuara sma sekali. Dan hanya cewek inilah yang tak terpesona melihatnya.

###
          Dua hari telah berlalu dina tak juga masuk sekolah pagi ini seperti biasa ada pelajaran sejarah bu rini yang bikin ngantuk.
          “haaaaaah ngantuk. Di taruhnya tasnya ke mejanya” keluh bella yang tumben datang pagi-pagi begini tak seperti biasanya. Paling dia datang juga pas-pasan bel masuk.
          “haii.. pagi..” sapa cowo satu ini yaitu afa.
          “iya pagi..” jawab bella seperti biasanya singkat padat dan jelas !
          “gue duduk sini ya.?” Pinta afa pada bella
          “ah, iya.. terserah lo .” jawab bella sinis
          “temen lo dina kemana ? udah dua hari dia gak masuk apa lo gak jengukin ?’’
          “bukan urusan lo. “ jawab bella sinis
          “kok lo sinis banget sih sama gue.? Gue itu kan nanya baik-baik.”
          “iya map, abisnya lo nyebelin.”
          “nyebelin?”
          “iya, nyebelin.. sok ganteng sok cool, sok perfect, sok keren.”
          “apa? “
          “gak usah kaget gitu deh . gue tau fans lo tuh udah pada dateng dari tadi pagi. Kemaren aja para fans lo nunggu di bangku gue sebelum lo dateng , sampe-sampe mereka pada mohon-mohon supaya gue pindah ketempat duduk belakang. Lo kira gue mau apa.? Makanya gue dateng pagi gini supaya mereka gak nongkrongin bangku gue lagi. Lagian bukan gue yang minta kan kalo akhirnya lo milih duduk sama gue.?”
Afa membatin. Dia sekarang mengerti mengapa bella akhir-akhir ini begitu sinis kepadanya.
          “lo cemburu?” Tanya afa ke arah bella
          “apa lu kata? Gue cemburu? Gak akan .” jawab bella sinis
          “lo tuh manis, jangan marah2 mulu kenapa. Biarin aja temen-temen lo bersikap seperti itu ke gue. Toh bukan urusan lo juga kan bel.”
          “iya,, iyaa.. gue ngerti ini bukan urusan gue. Tapi tempat duduk gue di H M in apa gue bakalan diem aja? Mereka seenaknya ngusir2 gue ke tempat duduk belakang?”
          “misalnya lo di usir. Gue bakalan tetep duduk di samping elo dimana pun elo duduk kalo perlu mereka yang gue usir.”
          Bella ternganga , dia tak percaya apa yang tadi di ucapkan oleh si afa anak baru itu.
          “apa? “ bella hanya ternganga melihat celotehannya si afa itu. bel tanda masuk pun berbunyi~
….
          “bel, pulang sekolah, main yuk. Gue anterin kemana pun lo mau pergi. oke.?” Pinta afa ke bella
          “gak, gue gak mau main. Gue mau pulang aja.” Jawab bella singkat
          “ayolaah sekali-kali bel please.’’ Pinta afa maksa kepadanya
          “ya ya ya sebentar aja ya…? Lo tau kan gue cewek . jadi gak boleh keluar malem …”
          “oke.” Afa tersenyum kearahnya dan mengangguk menyetujui.
…
          Setelah bel pulang berbunyi
          Bella segera membereskan buku-bukunya. Karna bel sekolah sudah berbunyi. Begitupun afa yang duduk di sebelahnya , sudah merapikan buku dan siap-siap pergi dengannya..
          “bel, ayok.” Di tarik satu tangannya bella dan mereka berdua pergi keluar kelas
          “sebentar ya.. motor gue di parkir disana. Lo tunggu sini.”
          “ya.” Bella pun mengangguk.
          Beberapa menit kemudian . terlihat dari kejauhan seorang cowok hendak menghampirinya dan ternyata cowok itu adalah afa. Dia emang bener-bener keren . apalagi motor gede yang dia kendarai nambah buat dia keren aja , dan tak lupa dengan helm hitamnya. Dan emang faktanya dia bener2 keren abis.
          ‘’cepet naik.” Suruh afa ke bella
          Semua mata hendak tertuju padanya dan memandang mereka dengan Nampak iri. Afa memang anak baru di sekolahnya. Dan kononnya dia anak tunggal pemilik perusahan terkenal di Jakarta meskipun begitu dia tak pernah sombong. Kesekolah pun tampil apa adanya. Apalagi afa memang sedang hangat di bicarakan oleh cewek-cewek satu sekolahn mereka.
          “lo liat gak mereka pada mandang kita kaya gitu fa. Sinis banget.”
          “mereka iri sama lo, udah diemin aja. Pakai helm nya dan pegangan.”
          “GAK GAK MAU apa? Pegangan sama lo? Gak deh…… baru naik motor gede lo ini aja gue udah di liatin sama banyak mata, apalagi pegangan sama lo. Bisa-bisa pas sekolah besok gue di MOP sama anak satu sekolah.’’
          “bisa diem gak sih. Udah pegangan. “ pinta afa pada bella
          “ish lo emang nyebelin.”
          “emang.!”
          Mereka berdua telah meninggalkan pekarangan halaman sekolah . setelah beberapa mereka jalan berdua , sampai lah mereka ke sebuah taman. Diparkirnya motor afa dekat pohon rindang dan besar. Di sudut2 taman-taman itu terdapat bunga matahari yang menjulang tinggi , indah.. dan sangat indah.. di sebelah bunga tersebut tampak gazebo ( saung2saungan untuk mereka berteduh).
          “fa, ngapain kita ke sini?” Tanya bella kea rah afa sambil memberikan helm nya.
          “main aja abisnya gue BT . lo tau kan rumah yang disana? Di sebrang sana? Itu rumah gue.” Bella menatap arah rumah itu. dan memang rumah itu tampak besar sekali. Bangunannya pun tertata rapi.
          “terus kenapa kita malah ketaman?”
          “abisnya gue suntuk bell di rumah sendirian terus. Bokap-nyokap sibuk sama kerjaannya. Rumah gue sepi. Jadi gue tuh gak betah. Oh iya gue lupa, mendingan kerumah gue dulu yuk ambil snack dan minuman.”
          “ya.. terserah lo aja..” mereka berdua menuju rumah afa. Begitu sampai di depan rumahnya tampak seorang penjaga depan rumah menghampiri afa. Dan segera membukakan pintu pagar rumahnya.
          “den afa,” sapa lelaki itu
          “baru pulang den?’’ Tanya pesuruh rumahnya itu
          “iya pak, oh iya taruh motor saya di garasi ya pak.”
          “baik den.” Pak sono satpam di rumahnya menganggukkan suhuran yang di pinta oleh majikannya itu.
          “bella, ayok masuk. Jangan heran kalo dirumah gue sepi Cuma ada bibi dan pak sono yang selalu ada di rumah.”
          “di bukanya pintu rumahnya.’’
          “den afa. Sapa bi inah pembantu di rumahnya.”
          “iya bi. Ambilin minum ya , sama snack nya saya mau ke taman. Oh ya bi ini temen saya bella. Kalo dia minta apa-apa layanin aja ya bi. Saya mau ke kamar dulu ganti baju.” Bi inah pun mengangguk
          “non bella mau minum apa non?” Tanya bi inah
          “gak usah repot-repot bi. “ jawab bella
          “gak boleh gitu non, non disini tamu. Saya ambilkan minum dingin aja ya non.”
          “Iya makasih bi, oh ya nama saya bella. Panggil aja bella ya bi, gak usah pakai non. Anggap saja saya seperti anak bibi.”
          “iya non. Eh bella.. tunggu sebentar ya bibi ambilkan airnya.”
          Afa pun keluar dari kamarnya dengan membawa bola basket kesayangannya.
          “bel, ini cake stobery buat lo.” Sama jus dinginnya ayok kita ke taman.”
          “oke fa.” Bella mengangguk
          “bi, saya ketaman dulu sama bella.”
          “iya den , bella ati-ati.”
          Setelah mereka sampai di taman
          “bel makan nih cake nya gue tau lo laper, aus iya kan..?’' bella hanya tersenyum manis
          Bella memandangi Rafael yang sedang asik bermain bersama bola basketnya setelah beberapa lama dia memandangi cowok itu. dia memang menyadari dan sepertinya baru sadar cowok di depan dia ini si afa dia begitu baik dan lembut, ganteng pula (dulu gue kemana aja) batin bella . bella tak pernah memandang cowo dari sebelah mata. Dia melihat cowo dari sifat dan kepribadiannya. Itu lebih penting baginya.
          Rafael menghampiri bella yang sedang duduk dan sedang asik makan cake stoberynya. Karna memang kesukaannya adalah cake stobery.
          “enak gak cake nya?”tanya afa pada bella
          “hem.. iya enak. Gue emang suka cake stoberry.” Sahut bella..
          “iya gue tau kok. Gue kan temen sebangku lo.. yaa walaupun baru beberapa hari ini, gue juga sering liat lo bawa bekel cake sama susu coklat. Kaya anak kecil aja ya.” Di acak-acaknya poni cewek satu ini , bella.
          “apasih afa… jangan iseng deh.” Oh iya lo gak mau ini cake nya?”
          ”udah lo aja” kembali afa menuju lapangan untuk bermain basket lagi
          Bella hanya diam membisu di ingat kembali masalalunya bersama cowok yang iya sayang yang tega begitu aja ninggalin dia . avi namanya. Avi yang selama ini selalu buat dia tersenyum justru senyuman itu mampu mengubahnya senyumannya 180 derajat menjadi tangisan . sifatnya yang dulu periang kini cepat bersedih kalo ingat soal mantannya avi. Tapi sekarang berbeda. Kini ada seseorang di depan matanya yang mampu mengembalikan jati dirinya selama ini, yaitu afa. Dia cowok yang baik dan care sama bella. Walaupun baru 3 hari afa duduk sebangku dengannya.
          “bell ayo dong main basket.”
          “gue gak bisa main basket tau.”
          “yaudah sini, gue tau lo gak bisa maen basket ketauan kok dari tampang lo begitu tadi ngeliatin gue . terpesona ya? Ahhaha..” afa tertawa pelan tapi meledek.
          “dih apaansih?” wajah bella terlihat memerah dan rona pipinya merah padam
          “bercanda kok bel yaudah coba lo masukin ke ring bola basketnya , tangan lo harus sejajar sama dahi lo. Pasti masuk kok.”
          “ih gak bisa gue gak bisa .”
          “coba, lo pasti bisa”
          Bella pun mencoba memasukkan basket itu ke ring. Dan nyatanya bola itu masuk. Setelah itu mereka pun bermain hingga larut sore. Di taman itu memang sepi. Hanya ada bunga-bunga matahari yang menjulang tinggi dan terik matahari dan jarang sekali pada jam-jam segini orang berlalu lalang dekat taman itu. apalagi taman itu tepatnya berada di perumahan dan Lapangan itu menjadi saksi bisu mereka berdua.

***
          Kring… kring… tanda ponsel berbunyi . dan ternyata ponselnya bella bertanda sms masuk.
          “bella, besok gue masuk. Gue udah sembuh.” Sms dina sahabatnya.
          Beberapa menit kemudian bella pun membalasnya.
          “iya din, besok kita bisa sebangku lagi.” Dengan gembiranya bella bisa duduk lagi bareng dina sahabatnya yang udah lumayan lama gak masuk sekolah karena sakit.
          “yah, gak bisa. Gue duduk sama lolla.. lo tetep duduk sma afa, anak baru itu.”
          “what ? kenapa din?.”
          “gue gak enak sama afa. Udah yaaa bay”
          Mereka segera mengakhiri percakapan mereka di sms. Hari ini adalah hari minggu dan biasanya bella lebih memilih untuk dirumah.
          Kring.. kringg….. tanda telepon berbunyi . dan ternyata nama di kontak nya itu afa . bella pun terkejut dia lupa kalau bella punya nomer telepon hp nya afa , dia ingat kalo afa pernah meminjam ponselnya saat di taman.
          “haloo…?”
          “iya kenapa fa?” Tanya bella malas
          “gue ganggu ya?”
          “enggak kok, ada apa emangnya?”
          “gue mau ngajak lo jalan. Mau gak?” pinta afa terhadap bella.
          “kemana?”
          “udah , nanti lo juga tau, kita ketemuan di sekolah ya? Karna gue gatau rumah lo . oke .. babay…”
          Bella segera mengakhiri percakapan singkat itu di ponselnya. Dia segera siap-siap untuk menuju ke sekolah dan pergi bersama afa. Sebenernya bella pun malas. Tapi karna hari ini adalah hari libur, jadi dia di bebaskan untuk pergi.
          “mah, bella pergi sebentar ya. Dah maah..”
          “ingat, jangan malem-malem pulangnya.” Pinta mamanya
          Setelah bella berpamitan , dan iya segera pergi menuju sekolah. Bella segera menuju sekolah dengan menggunakan bis , setelah beberapa menit iya menunggu bis tak juga datang.
          “hai.. apa kabar.” Sapa seorang lelaki yang berhenti tepat di depannya
          “iya?” bella tak mengenali lelaki ini karna dia memakai helm
          “mau kemana?” Tanya lelaki itu
          “mauu…. mau ke sekolah.” Jawab bella gugup.
          “bukannya ini hari minggu?” Tanya lelaki itu lagi kepadanya
          “maaf, anda siapa? Bisa tolong di buka helm nya?” pinta bella kepada lelaki itu
          “masa kamu gak kenal sama aku?”
          “tidak, aku gak tau.” Bella diam mencoba mengingatnya. Suaranya, sapaannya sepertinya dia mengenali sosok lelaki ini . tapi apakah diaa……………
          “aku avi. Ingat kan?” di bukanya helm itu
          Bella tercengang, diam dan membisu. Lelaki ini yang dulu pernah menyakiti hatinya kini dia kembali, dan kini lelaki ini berada tepat di depannya.
          “hei. Kok bengong. Haii,,” kembali sapa lelaki ini berulang kali
          “bella hanya diam dengan pandangan kosong ke arah lelaki ini
          “mau aku antar?”
          “gak usah .” jawab bela singkat
          “ayolah, dari pada nunggu bis kelamaan.. ayok bareng sama aku aja bella..” ajak avi kepadanya
          “baiklah, “ bella pun ikut dengannya dan segera pergi meninggalkan tempat itu
          “Mau diantar kemana?” Tanya avi kepadanya
          “di depan sekolah saja.” Pinta bella
          “oke, pegangan ya.. oh iya emang mau kemana?”
          “kamu gak perlu tau.” Jawab bella sinis
          “aku tau kamu marah ya sama aku kan.?”
          “enggak.” Jawab bella singkat
          “aku tau kamu marah. Mafin aku ya soal yang dulu-dulu itu.”
          “ya.” Mereka pun berhenti di tempat tujuan . yaitu depan sekolah bella
          Sebelum kedatangan bella, afa yang sudah lama menunggu di depan gerbang tadi melihat sinis kea rah mereka berdua. Bella pun turun dari boncengan avi. Bella sebenarnya ingin berlama-lama kepada cowok ini , avi. Tapi memingat dia pernah menyakiti hatinya bella jadi tak sudi berdekatan dengan cowo ini lagi. Serasa mereka sudah asing dan bahkan kaya gak pernah kenal.
          “hai fa, lama menunggu? Maaf tadi bis nya lama. Kebetulan ada avi temen ku. Kenalin fa.”
          “hai gue afa.”
          “ya gue avi.” Mereka berdua berjaba tangan
          “pacar baru kamu?” Tanya avi kepada bella
          “bukan urusan kamu lagi vi. Ayok kita pergi fa dari sini. Oh ya makasih vi udah nganterin aku sampe sini.”
          “oke, tapi tunggu dulu.” Teriak arvi kea rah mereka. Afa pun mematikan motornya
          “fa, boleh gue yang jalan sama bella?” pinta avi pada afa
          “hubungan kalian apasih sebenernya. Lagian gue udah ada janji sama bella.” Sahut afa
          “bukan apa-apa .” kata avi pada afa.
          “baiklah, terserah bella mau pergi dengan siapa. Biar dia yang menentukan.”
          “bella, sekarang kamu bilang mau pergi sama aku atau afa?”
          Ini adalah pilihan terberat bella mau pergi dengan siapa. Sebenernya sungguh dia kangen sekali dengan avi mantannya itu. 4 bulan ini mereka jarang sekali bertemu. Apalagi melihat perubahan di diri arvi yang tak begitu cepat berubah. Dia masih seperti dulu saat mereka bersama. Dia sopan, baik , tapi sungguh 4 bulan tak bertemu semenjak putus saat itu bella menemukan banyak perubahan.. avi masih tetep ganteng seperti dulu.
          “hemm, gue.. gue gatau.” Jawab bella
          “gue mohon sama lo bel, lo musti tentukan sekarang.” Pinta afa maupun avi
          “oke.. oke.. baik kalo itu mau kalian.”
          “gue pergi sama avi.”
          “baiklah, yaudah jagain ya vi bella nya. Walaupun gue ga tau hubungan kalian apa, tapi gue ngertiin ada kerinduan di mata kalian berdua. Oke. Gue pergi dulu.”
          Afa segera menancapkan gasnya sekencang mungkin . iya lupa memakai helm nya. Dan mungkin karna dia kecewa terhadap bella
          ‘‘mafin gue fa,” batin bella terhadap afa.
          “ayok naik, kita pergi.” pinta avi. Mereka pun pergi dan telah meninggalkan gerbang sekolah

…….
          Setelah beberapa jam di perjalanan mereka pun sampai
          “vi, ngapain kita kesini?” Tanya bella
          “sudah ayok masuk.” Mereka berhenti di sebuah puncak gunung tepatnya , dan di sana terdapat gazebo (saung-saungan) yang berdiri kokoh disana . di gazebo tersebut sudah di sediakan banyak makanan dan juga tempat duduk untuk mereka berdua. Sepertinya avi memang sudah menyediakan ini semua dan memang sengaja mengajaknya kesini.
          “vi, maksud kamu apasih dengan semua ini?” Tanya bella
          “yasudah, kamu makan dulu. Ngobrolnya nanti . aku tau kamu lapar karna kita kesini lebih dari satu jam perjalanan.”
          Mereka akhirnya makan . bella membatin sungguh perasaan ini bercampur senang, sedih bahkan rasa kangen selama 4 bulan ini tak bertemu kini hilang. Tapi mengapa pertemuan kali ini terasa biasa aja di hati bella? Mengapa tak ada getaran-getaran seperti dulu saat mereka bersama?
          “bella,” panggil avi padanya dan memegang kedua tangannya
          “ada apasih vi?” Tanya bella penasaran
          “aku ngajak kamu kesini karna aku ingin minta maaf sama kamu.” Avi mengeluarkan coklat dari sakunya
          “ini coklat kesukaan kamu. Tadi aku beli dekat supermarket rumah kamu. Abis aku beli coklat ini, aku sebenarnya ingin langsung kerumah kamu. Karna aku tau biasanya kamu kalau hari minggu begini, lebih milih di rumah. Itupun dulu kalo aku gak ngjak kamu jalan. Tadi setelah beli coklat ini aku lihat kamu di sudut jalan. Terus aku nyamperin kamu.”
          “iya makasih. Ternyata kamu masih ingat kesukaan aku.”
          “oh iya maafin aku ya selama ini.”
          “aku bilang aku udah maafin kamu vi.”
          “apa kamu masih sayang sama aku? Kamu mau kita balikan?” Bella terdiam sesaat dan kemudian dia melanjutkan omongannya.
          “avi, maafin bella , bella gak bisa balikan sama avi lagi , sama kamu. Kalo emang kamu sayang dan cinta sama bella, kenapa kamu baru datang ke aku sekarang. Sedangkan kita putus sudah lumayan lama, kamu tau? Kamu mutusin aku di saat sehari sebelum ultah ku. Padahal besoknya adalah hari terindahku, hari ulang tahun ku yang ke 14. Pada waktu hari itu tiba, aku pengen kamu ada di samping aku, nemenin aku. Tapii… apa nyatanya? Kamu gak ada, kamu pun gak ngucapin ke aku. Padahal Cuma kamu kado terindah saat ultah ku tiba.
          “mafin aku bella, aku sadar aku salah banget selama ini sama kamu. Aku udah nyia-nyiain kamu yang sayang sama aku. Aku pun begitu, aku sayang sama kamu. Tapi saat itu saat aku mutusin kamu. Aku dituntut oleh orang tuaku untuk pindah sekolah. Pindah ke pesantren. Dan aku tau besoknya ulang tahun kamu. Tapi apadaya? Pas aku sudah sampai di pesantren , gak ada yang bisa untuk hubungi kamu . HP ku juga di bawa sama mama , yang ada hanya telepon panti. Dan selama itu aku terpaksa mutusin kamu bella, aku gak mau kamu sedih nungguin aku. Waktu itu aku fikir kamu bakalan cepet dan bisa lupain aku. Dan kamu itu cantik. Aku kira kamu bisa dapet yang lebih dari aku. Dan sekarang aku di izinin buat ke Jakarta . karna di sana sedang ada ujian. Aku gak betah bella tinggal disana, jauh sama kamu. Aku juga terus mikirin kamu. Mama juga bilang bakalan masukin aku kesekolah kamu nanti. Kita bisa sama-sama lagi bella seperti dulu.”
“sekali lagi mafin aku , aku gak bisa. Kamu gak boleh vi kaya gini ngecewain mama kamu demi aku. Aku dulu emang sayang kamu. Tapi sekarang? Aku udah terlanjur sakit hati sama kamu. Aku nungguin kamu sampai sekarang mungkin karna aku ingin tau penjelasan kamu dan mungkin permintaan maaf dari mulut kamu. Dan sekarang, aku udah dapet ini semua. Mungkin kalo dulu kamu bilang jujur sama aku, gak akan jadinya begini. Aku bisa kok nungguin kamu . tapi apa? Kamu gak jujur sama aku. Setelah mutusin aku di hari sebelum ultahku, kamu menghilang begitu saja.. selama 4 bulan ini. Aku gak tau kabar kamu, di hubungin juga gak bisa. Dan sekarang aku tau kenapa.”
“iya, iya.. mafin aku.. aku tau aku salah. Aku disitu juga pusing , serba salah. Aku bingung. Jadi aku bertindak gitu aja tanpa mikir ke depannya. Aku tau bella aku salah.”
          “iya, iya kamu gak usah nyalain diri kamu kaya gini. Kita jalanin aja ya hidup kita masing-masing. Toh kalo kita jodoh. Pasti kita akan disatuin lagi. Ingat aku gak mau jadi beban kamu. Terimakasih selama ini kamu udah buat aku tegar.”
          “iya, mafin aku ya makasih juga kamu selama ini udah buat aku semangat dan kamu bukan beban buat aku ,tapi penyemangat aku.” 

***
          Pagi ini suasana begitu mendung tak seperti hari biasanya begitu cerah. Bella pagi-pagi gini sudah kesekolah . karna dia beniat untuk minta maaf soal kemaren sama afa. Di cobanya tadi malam nomernya afa disms, di tlp berkali-kali tidak aktif dan tidak bisa di hubungin sama sekali.
          “bella…” panggil dina sahabatnya
          “iya din.”
          “tumben amat udah dateng ? biasanya pas bel ataupun sesudah bel lo baru dateng? Hahaha.” Ejek dina pada bella sahabatnya
          ‘’iya din…”
          “lo kenapa sih? Gue salah ngomong ya? Kok murung gitu sih say?” Tanya dina menyelidiki
          “iya, lo liat afa gak? Kok jam segini dia belom dateng?”
          “afa? Gue gak liat. Bukannya dia mau pindah ya ke solo? jadi dia gak masuk.”
          “apa?” bella tersentak kaget
          “iya, masa lo gak tau sih. Kan konon katanya bokapnya pindah-pindah tempat tinggal terus , maklum lah namanya juga orang kaya. Dan rumahnya katanya juga banyak. Ada dimana-mana, Lagian masa lo gak tau dia kan yang sekarang menjadi hot topic di sekolah kita.”
          “iya, iya… gue tau kalian pada nge fans sama dia.tapi gue gak pernah mandang dia dari luar dan gue gak seperti kalian. emangnya kapan dia mau pindah? . Masa baru masuk udah mau pindah lagi.”
          “yaa mana gue tau. Tapi kata si lolla noh fans beratnya yang punya mata-mata banyak, katanya dia pindah nanti malem.”
          “apa? Okelah pulang sekolah gue mau kerumahnya.”
          “apa? Sejak kapan lo tau rumahnya ? lo tau rumah afa ? kok lo ga pernah cerita sih?”
          “lo jangan berisiiiiiiiiiiiiik tar mereka pada denger. Cukup lo aja yang tau. Jadi gini ceritanya, waktu lo gak masuk-masuk sekolah dia minta duduk bareng sama gue. Udah gitu 3 hari yang lalu dia ngajak gue jalan. Dan ternyata itu ke rumahnya. Terus dia ngajakin gue ke taman rumahnya . yaa ngobrol-ngobrol aja sih, tapi gue liat dia hobi banget main basket. Terus dia ngajak gue main basket. Dan kemaren sore dia ngajak gue jalan lagi. Katanya mau ngomong suatu hal. Tapi gue gatau apa? Abisnya bersamaan dengan si avi? Lo tau avi kan? Mantan yang gue sayang banget ngajak gue balikan lagi tadi sore. Dia nyeritain semuanya sama gue din. Gila kan? .”
          “ckckck,, beruntung kali nasibmu bella. Afa, avi mereka itu sama – sama makhluk ganteng.. yaa kalo menurut gue mendingan lo sama afa deh haha..” ledek dina pada bella
          “hemm, mungkin emang ada suatu hal yang penting emang dia mau omongin sma gue. Tapi gue gatau apa. Makanya pulang sekolah ini gue mau kerumahnya. Oh iya jangan sampe lo kasi tau ke yang lainnya oke. Gue tau lo sahabat yang baik.”

…..
          Bel pulang sekolah pun berbunyi. Bella segera merapikan buku-bukunya dan segera pergi menuju rumah afa
          “din, gue balik duluan ya. Sorry. “
          “okeh.. ati-ati say.”
          Bella terus melihat jam tangannya dia sedang menunggu bis di halte sekolah. Tapi bis pun tak juga datang.
          “hai bella,” sapa seorang lelaki
          “iya.. mau kemana vi?” Tanya bella
          Sikap mereka berdua seperti biasanya seperti mereka yang memang sudah kenal akrab. Dan mereka berdua seolah-olah melupakan kejadian dasyat tadi sore saat di puncak.
          “yaa.. mau ngiter-ngiter aja di jakatra abisnya gue kangen Jakarta. Lusa gue mau balik lagi ke pesantren . yaa seperti apa nasihat lo kemaren malem.”
          “okeh kalo gitu, belajar yang bener ya.”
          “lo sendiri mau kemana atuh?”
          “gue? Gue lagi nunggu bis lama banget.”
          “mau gue anter? Itupun kalo lo mau.”
          “heemm. Oke deh.”
          “ayok naik , pegangan awas nanti jatuh.”
          Mereka pun segera meninggalkan halte bis sekolah. Sebenarnya alasan avi adalah memang untuk bertemu dengan bella. Dan memang dia ingin menjemputnya seperti dahulu saat mereka pacaran.
          “bella. Mau di antar kemana?”
          “ke jalan kelapa gading.”
          “mau ngapain sih bella? Okeh gue anter kesana. Pulang mau gue jemput lagi?’’
          “heem makasih sebelumnya tapi kayanya gak deh. “
          “okeh baik. hati2 aja.. “
          Setelah beberapa menit di perjalanan merekapun sampai di jalan kelapa gading tepatnya di perumahan elit itu. avi pun menuruni bella di depan perumahan itu.
          “daa avi..” bella melambaikan tangan tanda teriimakasih padanya
          Setelah kepergian arvi dan suara motor nya tak terdengar lagi, bella pun memasuki area perumahan itu. banyak sekali rumah-rumah elit berada di situ. Dia hampir saja lupa jalan untuk pergi kerumah afa. Yang iya ingat hanya bunga matahari yang menjulang tinggi dekat area taman.
          Bella pun pergi ke arah taman itu. memang disana sepi. Perumahan itu setiap siang sepi dan memang sepi hanya ada mobil yang keluar masuk rumah tersebut. Bella pun duduk di dekat area taman. Mengingat kembali dahulu dia pernah bermain basket bersama afa disini. Di tempat ini. Dan ternyata bella selama ini baru menyadari kalo masih ada seseorang yang care sma dia selama ini. Setelah beberapa menit bella menikmati suasana taman itu bella pun tertidur disana. Afa pun datang.
          “haii… hai… “ di usap rambutnya yang panjang itu
          “hai, bangun” di rebahkannya kepala bella di pundak cowok itu
          Bella pun terbangun dari tidurnya
          “hemm afa? Ini afa kan ? Udah lama disini ? kok lo tau gue disini?”
          “iya, aku liat kamu sebenernya dari awal kamu masuk perumahan aku. Tadi aku lihat kamu ke taman ini. Awalnya aku gak mau nemuin kamu. Tapi aku liat kamu pulas tidur disini jadi aku samperin kamu.”
          “hemm hehe jadi malu .”
          “iya gak apa-apa kok. Ada apa kamu kesini?”
          “aku mau nyusulin kamu, kenapa kamu gak masuk sekolah sih tadi ? oh iya apa bener kamu juga mau pindah sekolah lagi ke solo?”
          Afa hanya diam membisu, memandangi lapangan basket tepat di depan matanya.
          “hai………., jawab dong fa.”
          “iya,.. iya… aku memang mau pindah ke solo. Kemaren aku ngajak kamu jalan karna aku mau bilang ini sama kamu. Tapi aku tau kamu ada urusan sama si arvi cowo itu. kalo boleh tau memangnya dia siapa kamu. Soalnya aku liat dimata kamu ada kerinduan dan penyesalan yang mendalam dan kamu lebih pilih jalan sama dia di banding aku.”
          “avi itu mantan aku fa. Dulu avi memang yang selalu ada di hati ku, mengisi hari-hariku dengan senyumannya , perhatiannya, candanya, juga ke ikhlasannya untuk menjagaku.. dia buat aku nyaman bersamanya, dulu posisinya nomer 1 di hatiku. Namun sekarang telah berbeda, dia buat aku kecewa, dia membuat aku bersedih, hingga dia tinggalkan sebuah kenangan untukku kenangan yang selalu ada di hatiku, menggoreskan luka yang membekas di hati kecilku. Memberikan lukisan sejarah dalam hidupku, yaa lukisan yang tak mungkin terlupakan dalam hidupku . kenangannya bersama ku, akan selalu ada di dalam hidupku juga hatiku. Hingga sampai sekarang aku susah untuk menjalani semuanya, sampai aku temukan dirimu, senyummu, tawaku , kecerianku kini kembali… kau lah yang mengembalikann semua ini.. kaulah sekarang yang terindah kan selalu terindah di hatiku.. jangan pergi.. akuu cinta kamu ..”
          Bella pun menangis air matanya berjatuhan. Tak bisa iya tahan semua ini.
          “bella, bella jangan nangis.” Afa menghapus air matanya bella
          “afa mau Tanya, apa bella beneran sayang sama afa?”
          “iya bella sadar.. bela sadar… bella gak mau kejadian dulu terulang lagi. Orang yang bella sayang ninggalin bella tanpa alasan. Dan si avi baru ngasih taunya sekarang tentang semuanya.. kemarin avi juga ngajak balikan bella. Tapi bella tolak.. bella gak mau. Bella sayang dan cinta sama afa. Begitupun afa , mau pergi ke solo tapi bella gatau.”
          “iya, iya mafin afa ya… Gak ngasih tau kamu lagi. Lagian afa kira bella gak peduli dengan kepergian afa . jadi, buat apa afa ngasih tau bella.”
          “afaa…… bella tuh peduli sama kamu. Tadi malam bella telepon, sms gak juga di bales . bikin khawatir tau ga?”
          Afa mencubit pipi bella yang chubby itu. afa pun memeluk bella
          “iya, afa sengaja matiin telepon.. kamu tau kenapa? Anak-anak satu sekolah pada berisik nelponin aku, sms juga berulang kali. Mereka semua udah tau tentang ke pindahan aku ke solo. Dan Cuma kamu doang yang gak tau sayang.”
          Afa pun memeluk bella.. dan membisikkan bella di satu daun telinganya
          “bella…. Aku cinta kamu, aku sayaaaaaanggg banget sama bella. Aku suka sama bella dari awal aku masuk kelas itu. selama ini gak ada yang bisa buat hidup ku bahagia kaya gini. Kamu beda dari cewek yang lainnya. Dan aku tau kok kamu itu baik. Aku bener-bener sayang kamu bella. Dari detik ini, hingga nanti… tunggu aku ya sayang.. aku pasti kembali :,) …
          Bella hanya bisa menangis di pelukannya dan terhanyut di salam suasana taman yang indah itu, taman itu menjadi saksi kisah cinta mereka berdua .. hanya kesunyian, sepi, hening dan hembusan angin yang menambah suasana romantis saat ini..
          Bella pun membisik
          “aku… percaya kamu, aku akan tunggu kamu sampai kau kembali.”
          “aku percaya kok. Jangan nakal ya sayang disini. Aku pasti nemuin kamu disini. Di tempat ini. Di taman ini di lapangan basket ini. Aku sayang kamu.”

_ Selesai _

BIODATA PENULIS : PUTRI AYU PASUNDAN
FB :Puteri Pasundan